Kelurahan Pluit di Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, menyimpan wajah yang jarang terlihat dari luar. Di balik kawasan niaga yang ramai, terdapat perkampungan nelayan Muara Angke dengan lorong-lorong sempit, sanitasi seadanya, dan akses layanan kesehatan yang sulit dijangkau warga berpenghasilan harian.
Tuberkulosis berkembang subur pada kondisi semacam itu. Rumah yang berdempetan dan minim ventilasi mempercepat penularan, sementara stigma sosial membuat warga yang batuk berkepanjangan memilih diam ketimbang memeriksakan diri dan menanggung cap sebagai sumber penyakit di lingkungannya.
Dari kegelisahan itulah PT PLN Nusantara Power UP Muara Karang menyusun Punggawa Nusantara, dengan kepanjangan Kampung Siaga TB Wujudkan Keluarga Aman, Sehat dan Sejahtera. Peluncurannya dilakukan bersama Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara di RPTRA Angke Interaktif pada April 2025.
Rancangannya menolak menempatkan TB sebagai urusan klinis semata. Empat subprogram yang dinamai Arjuna, Sadewa, Bima, dan Nakula menjahit intervensi kesehatan dengan perbaikan lingkungan tempat tinggal serta penguatan penghasilan keluarga, tiga hal yang di Pluit saling mengunci satu sama lain.
Penemuan kasus dilakukan secara aktif, bukan menunggu warga datang. Bus dan mobil rontgen keliling menjangkau permukiman untuk skrining massal memakai rontgen thorax, pemeriksaan Tes Cepat Molekuler, serta uji Mantoux bagi anak, sehingga terduga TB terjaring jauh lebih awal.
Setelah diagnosis ditegakkan, pengawalan berpindah ke tahap yang paling rawan gagal, yaitu kepatuhan minum obat selama berbulan-bulan. Aplikasi BEBAS TB dipakai untuk memantau pasien secara harian agar pengobatan tidak terputus di tengah jalan dan memunculkan kuman yang kebal obat.
Sisi lingkungan digarap melalui pembangunan sanitasi komunal yang memutus jalur penularan di permukiman padat, disertai pengurangan timbulan limbah. Kebutuhan daya untuk operasional program, termasuk armada rontgen keliling, dipenuhi dari sumber energi bersih agar layanan kesehatan tidak menambah beban emisi kawasan.
Penggerak utamanya justru bukan tenaga profesional dari luar, melainkan Srikandi Nusantara, kelompok kader perempuan warga Pluit sendiri. Mereka mengetuk pintu tetangga, mengajak memeriksakan diri, dan mendampingi pasien, sekaligus meruntuhkan stigma karena ajakan datang dari orang yang dikenal, bukan petugas asing.
Angka yang tercatat memperlihatkan pergeseran nyata. Sepanjang 2025 jumlah warga terduga TB yang bersedia menjalani deteksi dini melonjak 83,4 persen, dari 517 menjadi 948 orang, dan tingkat kesembuhan di Kelurahan Pluit mencapai 100 persen. Puskesmas, pemerintah kelurahan, kader kesehatan, dan kelompok mitra binaan bekerja dalam satu jejaring pelaksana.
Kemandirian menjadi ukuran keberhasilan yang sesungguhnya, sebagaimana ditegaskan manajemen unit bahwa masyarakat diposisikan sebagai penggerak perubahan, bukan objek bantuan. Rangkaian kerja ini menjadi salah satu penopang raihan PROPER Emas 2025 bagi UP Muara Karang, salah satu dari empat unit PLN Nusantara Power yang menembus peringkat tertinggi tahun itu.
- Perusahaan pelaksana
- PT PLN Nusantara Power UP Muara Karang
- Sektor perusahaan
- Energi Pembangkitan
- Wilayah
- Kota Jakarta Utara, DKI Jakarta
- Pilar SDGs
- SDG 3
- Tahun
- 2025