Industri petrokimia menghasilkan produk yang sangat berguna sekaligus limbah yang sulit terurai, dan PT Polytama Propindo memilih menghadapi kenyataan itu dengan menjadikannya bahan baku program pemberdayaan.
Program Re-Di, kependekan dari Recycle by Difabel, mengusung tema Waste for Empowerment: Melewati Batas Ketidakmungkinan. Judul tersebut merangkum dua batas yang hendak dilampaui sekaligus, yakni batas kegunaan sampah dan batas yang dilekatkan masyarakat pada penyandang disabilitas.
Produk yang paling menonjol adalah Polystep, kaki palsu berbahan plastik daur ulang yang disebut sebagai yang pertama di Indonesia. Inovasi ini menyentuh dua kebutuhan sekaligus, yaitu menyediakan alat bantu gerak dengan harga jauh lebih terjangkau dan memberi tujuan akhir yang bermartabat bagi limbah plastik.
Harga alat bantu gerak konvensional selama ini menjadi penghalang utama bagi penyandang disabilitas berpenghasilan rendah. Menurunkan biaya produksi berarti memperluas jumlah orang yang dapat kembali bergerak dan bekerja.
Lini produk kedua adalah Daurniture, furnitur berbahan daur ulang yang menyerap volume plastik jauh lebih besar. Produk berdimensi besar seperti ini penting karena mampu menampung jenis plastik yang sulit diproses melalui jalur daur ulang konvensional.
Seluruh kegiatan ditopang pendekatan Sate Lebah atau Strategi Tepat Pengelolaan Limbah, sebuah kerangka yang menata alur sampah di wilayah Indramayu agar pasokan bahan baku bagi kelompok pengolah tetap terjaga.
Yang membedakan Re-Di dari program daur ulang pada umumnya adalah posisi kelompok difabel di dalamnya. Mereka bekerja sebagai pengolah dan pembuat produk, memperoleh penghasilan dari keterampilan sendiri alih-alih menerima santunan.
Lingkaran penerima manfaatnya meluas ke kelompok lain yang sama-sama rentan, meliputi atlet paralimpik, siswa Sekolah Dasar SEHATI, ibu rumah tangga mantan pekerja migran, hingga kelompok yang rawan terdampak bencana.
Perluasan ini membuat program tidak berhenti sebagai proyek untuk satu kelompok tertentu, melainkan tumbuh menjadi ekosistem kesetaraan di mana kemampuan produktif diakui melalui produk yang beredar nyata di pasar.
Kinerja tersebut mengantar Polytama meraih PROPER Emas 2025 untuk keenam kalinya secara berturut-turut, capaian yang bobotnya bertambah mengingat jumlah penerima peringkat Emas tahun itu menyusut menjadi 39 perusahaan dari sebelumnya 85.
- Perusahaan pelaksana
- PT Polytama Propindo
- Sektor perusahaan
- Petrokimia & Industri Kimia
- Wilayah
- Kabupaten Indramayu, Jawa Barat
- Pilar SDGs
- SDG 10
- Tahun
- 2025