Kabupaten Batubara di Sumatera Utara memiliki kawasan pesisir yang tergerus abrasi sekaligus habitat satwa yang terancam oleh alih fungsi lahan.
Masyarakat di sekitarnya menghadapi keterbatasan sumber pendapatan, kondisi yang mendorong pemanfaatan sumber daya alam secara berlebihan.
PT Indonesia Asahan Aluminium Persero menjalankan program terpadu yang menggabungkan rehabilitasi mangrove, konservasi satwa, bantuan pertanian, dan pelatihan batik.
Penggabungan empat bidang dalam satu program menjawab kenyataan bahwa persoalan lingkungan dan ekonomi di kawasan ini tidak dapat dipisahkan.
Rehabilitasi mangrove dijalankan bersama kelompok masyarakat melalui pembibitan, penanaman, dan pemeliharaan kawasan pesisir.
Warga mengerjakan konservasi satwa dengan menjaga habitat dan mengurangi gangguan terhadap jenis yang bergantung pada kawasan mangrove tersebut.
Bantuan pertanian diberikan berupa sarana produksi dan pendampingan teknis untuk menaikkan hasil lahan yang digarap warga.
Pelatihan membatik menjangkau kelompok perempuan sebagai lini penghasilan yang dapat dikerjakan dari rumah dengan modal terjangkau.
Warga mengembangkan motif batik dengan mengangkat kekayaan hayati kawasan, memberi produk identitas sekaligus menyebarkan cerita tentang lingkungan setempat.
Tutupan mangrove dan keanekaragaman hayati pulih, produktivitas pertanian meningkat, dan tumbuh usaha batik yang menjadi sumber pendapatan baru bagi warga.
- Perusahaan pelaksana
- PT Indonesia Asahan Aluminum (Persero)
- Sektor perusahaan
- Pertambangan & Mineral
- Wilayah
- Kabupaten Batubara, Sumatera Utara
- Pilar SDGs
- SDG 15
- Tahun
- 2022