Wilayah lingkar tambang di Mentok, Kabupaten Bangka Barat, menghadapi tantangan yang khas kawasan pertambangan, yaitu ketergantungan ekonomi pada satu sektor yang usianya terbatas.
Program Rooted Resilience for Sustained Innovation in Mentok yang dijalankan PT Timah Tbk unit Pengolahan dan Peleburan Mentok menempatkan ketahanan yang berakar sebagai gagasan utamanya.
Istilah berakar mengandung maksud yang spesifik, yakni ketahanan yang tumbuh dari kemampuan warga sendiri sehingga tetap berdiri ketika sumber penopang dari luar berkurang atau hilang.
Pilar pemberdayaan masyarakatnya bersandar pada tiga hal, yaitu kemandirian ekonomi, inklusivitas, dan peningkatan kapasitas warga di sekitar wilayah operasi.
Kelompok yang menjadi sasaran utama adalah penyandang disabilitas, kelompok yang paling jarang tersentuh program pengembangan usaha meski memiliki kemampuan produktif yang setara bila diberi jalan masuk.
Wadah pelaksanaannya berupa Sekolah Entrepreneur Difabel, sebuah rancangan yang tidak berhenti pada pelatihan sesaat melainkan menempatkan peserta dalam proses belajar berjenjang layaknya sekolah keterampilan.
Format berjenjang ini penting karena membangun usaha menuntut lebih dari satu keterampilan, mulai dari teknik produksi, penghitungan biaya, hingga cara berhadapan dengan pembeli.
Materi vokasi yang diajarkan mencakup keterampilan membatik yang berakar pada khazanah lokal Bangka Barat, memberi produk peserta identitas yang membedakannya dari barang sejenis di pasar.
Bidang kuliner dan pengembangan UMKM melengkapi pilihan tersebut, memungkinkan peserta bekerja dari rumah dengan modal terjangkau dan waktu yang dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing.
Tahap paling menentukan berupa pendampingan profesional dalam pengembangan usaha, yakni fase ketika keterampilan diterjemahkan menjadi produk yang layak jual. Tanpa tahap ini, pelatihan kerap berhenti sebagai sertifikat tanpa penghasilan.
- Perusahaan pelaksana
- PT Timah Tbk - Pengolahan dan Peleburan Mentok
- Sektor perusahaan
- Pertambangan & Mineral
- Wilayah
- Kabupaten Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung
- Pilar SDGs
- SDG 4
- Tahun
- 2025