Nelayan di pesisir Kota Semarang menghadapi tekanan berlapis berupa penurunan hasil tangkapan, ancaman abrasi, dan banjir rob yang makin sering.
Wilayah tangkap yang menyempit memaksa mereka melaut lebih jauh, menambah biaya bahan bakar tanpa jaminan hasil yang sebanding.
Menyikapi keadaan itu, Program Sahabat Nelayan lahir dari tangan PT Pertamina Patra Niaga Regional JBT Integrated Semarang untuk memperkuat kemampuan nelayan.
Warga menjalankan perbaikan sarana tangkap agar kegiatan melaut lebih efisien dan hasil tangkapan dapat dipertahankan mutunya sampai ke darat.
Pengolahan hasil laut tumbuh menjadi lini yang memindahkan nilai tambah kepada keluarga nelayan, terutama istri yang mengerjakan pengolahan.
Produk olahan memiliki daya simpan lebih panjang sehingga tidak harus dijual buru-buru dengan harga rendah begitu perahu bersandar.
Pendamping menguatkan wadah kelompok agar nelayan mampu menjual bersama dan memperoleh posisi tawar yang lebih baik di hadapan pengepul.
Kegiatan pelestarian pesisir berjalan berdampingan melalui penanaman mangrove dan pengelolaan sampah laut yang mengancam wilayah tangkap.
Penanaman mangrove memberi manfaat ganda karena menahan abrasi sekaligus memulihkan tempat memijah biota yang menjadi sumber tangkapan.
Pendapatan nelayan meningkat dan kondisi ekosistem pesisir Semarang berangsur membaik, dua hasil yang saling menopang dalam jangka panjang.
- Perusahaan pelaksana
- PT Pertamina Patra Niaga - Regional JBT Integrated Semarang
- Sektor perusahaan
- Migas
- Wilayah
- Kota Semarang, Jawa Tengah
- Pilar SDGs
- SDG 14
- Tahun
- 2022