Jalur pipa gas yang melintas di Bontang berdampingan langsung dengan lahan warga, kondisi yang memerlukan pengamanan berkelanjutan.
Lahan di sepanjang jalur tidak boleh dibangun namun dibiarkan kosong, sementara banyak warga sebaliknya kekurangan lahan untuk bertani.
PT Pertamina Gas Area Kalimantan SKG Bontang untuk menjalankan Program Taman Sidrap, kependekan dari Petani Mandiri Jalur Pipa Sidrap, yang mempertemukan kedua hal itu.
Lahan koridor dimanfaatkan bagi budidaya tanaman yang aman bagi instalasi, yaitu jenis berakar dangkal yang tidak mengganggu pipa di bawah permukaan.
Pengaturan jenis tanaman menjadi syarat mutlak, karena tanaman berakar dalam dapat merusak lapisan pelindung pipa dalam jangka panjang.
Petani memperoleh pendampingan teknik budidaya, penyediaan sarana produksi, dan fasilitasi pemasaran hasil panen.
Kedudukan warga sebagai penggarap menjadikan mereka pihak yang turut mengawasi keamanan jalur tanpa memerlukan penugasan formal.
Pengawasan oleh warga terbukti lebih efektif dibanding patroli berkala, karena mereka berada di lokasi setiap hari dan mengenali perubahan sekecil apa pun.
Pendamping menguatkan kelompok tani agar mampu mengatur pola tanam dan menjual hasil secara bersama untuk memperoleh harga yang lebih baik.
Lahan jalur pipa berubah menjadi produktif, keamanan instalasi lebih terjaga, dan petani memperoleh sumber pendapatan baru yang berkelanjutan.
- Perusahaan pelaksana
- PT Pertamina Gas Area Kalimantan - SKG Bontang
- Sektor perusahaan
- Migas
- Wilayah
- Kota Bontang, Kalimantan Timur
- Pilar SDGs
- SDG 2
- Tahun
- 2022