Lahan garapan di Kabupaten Padang Lawas Utara berproduksi rendah akibat terbatasnya akses pada teknologi budidaya dan sarana produksi.
Posisi mereka dalam rantai perdagangan juga lemah, sehingga harga yang diterima kerap tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan.
Melalui Program Tani Mandiri, PT Austindo Nusantara Jaya Agri untuk memperbaiki kedua sisi tersebut secara bersamaan.
Praktik budidaya yang baik sekaligus ramah lingkungan diajarkan kepada petani, meliputi pengaturan jarak tanam dan pengendalian hama secara terukur.
Kelompok memanfaatkan pupuk organik hasil pengolahan limbah untuk menggantikan sebagian kebutuhan pupuk kimia yang harganya terus naik.
Tanah yang kembali menerima bahan organik menjadi lebih gembur dan mampu menahan air lebih lama, perbaikan yang tidak diperoleh dari pupuk pabrikan seberapa pun takarannya.
Aturan main, pembagian peran, dan pencatatan yang terbuka bagi seluruh anggota.
Keterbukaan pengelolaan menentukan umur panjang kelompok, karena perselisihan mengenai pembagian hasil merupakan penyebab paling umum bubarnya usaha bersama.
Kemitraan pemasaran dibangun agar hasil panen memiliki penyerap yang jelas dan petani tidak terpaksa menjual dengan harga terendah.
Sebutan mandiri pada judul program merujuk pada kelompok yang mampu merencanakan, membiayai, dan menjalankan usahanya sendiri secara berkelanjutan.
- Perusahaan pelaksana
- PT Austindo Nusantara Jaya Agri
- Sektor perusahaan
- Perkebunan, Pertanian & Agribisnis
- Wilayah
- Kabupaten Padang Lawas Utara, Sumatera Utara
- Pilar SDGs
- SDG 2
- Tahun
- 2022