Lahan bekas penambangan timah di Kabupaten Belitung Timur meninggalkan hamparan berpasir yang miskin hara dan sulit ditanami tanaman pangan pada umumnya.
PROTEIN NABATI yang dijalankan PT Timah Tbk TB Batu Besi memanfaatkan lahan tersebut untuk pengembangan nanas Badau yang menjadi komoditas khas daerah.
Nanas memiliki toleransi tinggi terhadap tanah masam dan berpasir, sifat yang menjadikannya pilihan masuk akal bagi lahan bekas tambang.
Perakarannya yang dangkal juga tidak menuntut lapisan tanah subur yang dalam, kondisi yang memang tidak tersedia di kawasan pascapenambangan.
Pemulihan lahan dijalankan bertahap melalui penambahan bahan organik yang memperbaiki daya simpan air dan kemampuan tanah menahan hara.
Teknik budidaya yang sesuai diajarkan kepada petani, mulai dari pengaturan jarak tanam hingga penanganan tunas untuk perbanyakan berikutnya.
Diversifikasi produk dikembangkan agar buah berukuran kecil atau tidak seragam tetap memiliki nilai, diolah menjadi produk yang tahan simpan.
Pengolahan menaikkan harga jual secara berarti dibanding penjualan buah segar yang harganya jatuh ketika panen berlangsung serentak.
Kelompok dilatih mengelola pemasaran dan pengemasan agar produk memiliki identitas yang membedakannya dari nanas daerah lain.
Lahan yang dahulu dianggap tidak berguna berubah menjadi kebun produktif, sekaligus membuktikan bahwa lahan pascatambang masih menyimpan potensi.
- Perusahaan pelaksana
- PT Timah Tbk, TB Batu Besi
- Sektor perusahaan
- Pertambangan & Mineral
- Wilayah
- Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung
- Pilar SDGs
- SDG 2
- Tahun
- 2023