Wilayah Siais di Tapanuli Selatan menghadapi tiga persoalan air yang datang bergantian, yakni banjir pada musim hujan, kelangkaan air bersih, dan kerawanan kebakaran saat kering.
Program TERRITORY yang mengusung gagasan Water Harmony for Prosperity dijalankan PT Austindo Nusantara Jaya Agri Siais untuk menata ketiganya dalam satu kerangka pengelolaan air.
Mata air yang tersedia dimanfaatkan untuk kebutuhan pertanian, memastikan sumber yang sejauh ini mengalir tanpa termanfaatkan berubah menjadi penopang produksi warga.
Pompa hidrostatik dipasang sebagai perangkat yang mengalirkan air tanpa menghasilkan emisi, bekerja memanfaatkan tekanan air itu sendiri tanpa memerlukan bahan bakar maupun listrik.
Teknologi tanpa emisi seperti ini memiliki kelebihan pada biaya operasional yang hampir nol, faktor yang menentukan apakah sarana air desa mampu bertahan dalam jangka panjang.
Budidaya ikan dikembangkan memanfaatkan ketersediaan air yang telah tertata, menambah sumber protein sekaligus penghasilan bagi rumah tangga.
Pakan alternatif dikembangkan untuk menekan biaya budidaya, memanfaatkan bahan yang tersedia di sekitar kebun dan bukan membeli pakan pabrikan.
Kelompok tanggap bencana dibentuk dan dilengkapi teknologi deteksi banjir, memberi peringatan dini yang memungkinkan warga menyelamatkan harta benda sebelum air naik.
Sekolah konservasi dan mitigasi bencana diselenggarakan bagi anak sekolah, menanamkan pemahaman mengenai siklus air dan risiko bencana pada generasi yang tinggal di kawasan tersebut.
Penyatuan pengelolaan banjir, penyediaan air, dan pencegahan kebakaran dalam satu program mencerminkan kenyataan di lapangan, bahwa ketiganya merupakan wajah berbeda dari persoalan tata air yang sama.
- Perusahaan pelaksana
- PT Austindo Nusantara Jaya Agri Siais
- Sektor perusahaan
- Perkebunan, Pertanian & Agribisnis
- Wilayah
- Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara
- Pilar SDGs
- SDG 6
- Tahun
- 2024