Lebah kelulut atau trigona merupakan lebah tanpa sengat yang menghasilkan madu bernilai tinggi, namun kelangsungan hidupnya sepenuhnya bergantung pada keragaman vegetasi di sekitarnya.
PROLEKTA, kependekan dari Petani Hutan Kelulut Sangatta, dijalankan PT Pertamina EP Field Sangatta di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, dengan menjadikan sifat itu sebagai perekat antara penghasilan warga dan kelestarian hutan.
Sistem agrosilvopastura diterapkan sebagai kerangka pengelolaan lahan, memadukan tanaman kehutanan, pertanian, dan peternakan dalam satu hamparan yang saling menopang.
Susunan tersebut memberi manfaat berlapis. Alasannya, tegakan pohon menyediakan sumber pakan lebah, tanaman semusim memberi pemasukan cepat, dan ternak memanfaatkan hijauan yang tumbuh di bawahnya.
Kafe zero waste dan bank sampah dikelola sebagai etalase sekaligus praktik nyata pengurangan limbah, tempat pengunjung menyaksikan langsung penerapan gagasan yang dikampanyekan.
Sebanyak tiga puluh lima varian produk madu kelulut dikembangkan, jumlah yang menunjukkan bahwa kelompok tidak berhenti pada penjualan madu curah dengan harga yang ditentukan pembeli.
Batik lilin madu menjadi produk yang paling khas, memanfaatkan lilin sarang lebah sebagai bahan perintang warna, menggantikan lilin sintetis yang lazim dipakai perajin batik.
Biskuit berbahan madu melengkapi lini produk sebagai penganan yang lebih tahan simpan dan lebih mudah dipasarkan dibanding madu dalam bentuk cair.
Asap cair diproduksi sebagai disinfektan sekaligus pestisida nabati, memanfaatkan hasil pembakaran terkendali biomassa kehutanan yang tersedia melimpah di kawasan tersebut.
Aplikasi khusus disediakan bagi petani untuk menghitung pendapatan, sebuah perangkat sederhana yang mengubah pengelolaan usaha dari perkiraan menjadi pencatatan yang dapat dievaluasi.
- Perusahaan pelaksana
- PT Pertamina EP Asset 5 - Field Sangatta
- Sektor perusahaan
- Migas
- Wilayah
- Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur
- Pilar SDGs
- SDG 15
- Tahun
- 2024