Tri Hita Karya merupakan falsafah Bali yang mengajarkan keseimbangan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama, dan alam, dan nilai itulah yang menjadi kerangka program ini.
PT Tirta Investama Mambal membangun pusat edukasi kopi agroforestri terpadu dengan menempatkan falsafah tersebut bukan sebagai hiasan, melainkan sebagai dasar penyusunan seluruh kegiatan.
Limbah kulit kopi diolah menjadi agensia hayati dan pupuk organik, mengembalikan bahan sisa pengolahan ke kebun sebagai penyubur sekaligus pengendali penyakit tanaman.
Sebanyak 4.161 lubang resapan air hujan dibuat di kawasan tersebut, jumlah yang menunjukkan bahwa pengelolaan air ditangani secara terukur dan bukan sekadar simbolis.
Lubang resapan bekerja memasukkan air hujan ke dalam tanah, mengisi kembali cadangan air tanah yang menjadi sumber mata air bagi wilayah di bawahnya.
Air hujan yang tertampung dimanfaatkan untuk proses pencucian kopi, menggantikan penggunaan air tanah pada tahap yang paling banyak menghabiskan air dalam pengolahan pascapanen.
Oven portable bertenaga surya dihadirkan untuk pengeringan, memungkinkan proses berjalan tanpa bergantung cuaca maupun bahan bakar berbayar.
Limbah cair pengolahan kopi diolah menjadi biogas, menutup rantai pemanfaatan sekaligus mencegah cairan berkadar asam tinggi mencemari saluran air di sekitar kebun.
Coffee Learning Center dijalankan sebagai pusat belajar yang terbuka bagi petani dari kawasan lain, memperluas jangkauan pengetahuan yang dikembangkan di lokasi tersebut.
Upacara adat penjaga kesuburan tanah dipadukan dalam kegiatan pembelajaran, menegaskan bahwa praktik konservasi modern dan tradisi setempat berjalan searah dan saling menguatkan.
- Perusahaan pelaksana
- PT Tirta Investama - Mambal
- Sektor perusahaan
- Manufaktur
- Wilayah
- Kabupaten Badung, Bali
- Pilar SDGs
- SDG 6
- Tahun
- 2024