Sampah dengan kadar air tinggi memiliki nilai kalor rendah, dan inilah kendala utama yang membuat sampah sulit dipakai sebagai bahan bakar industri.
Ruang Kolaborasi Baruwani atau Bala Runtah Watugeni yang dijalankan PT Solusi Bangun Indonesia Tbk Cilacap Plant menjawab kendala tersebut melalui inovasi bio membran pada instalasi RDF.
Lapisan bio membran bekerja menurunkan kadar air sampah melalui proses biologis, menaikkan nilai kalornya tanpa memerlukan energi tambahan untuk pengeringan.
Peningkatan mutu tersebut memungkinkan sampah menggantikan batu bara hingga seratus enam puluh ton per hari, angka yang setara dengan pengurangan emisi dalam skala besar.
Produk akhirnya berupa semen dengan jejak karbon yang lebih rendah, menjadikan pengelolaan sampah masyarakat sebagai bagian dari rantai produksi utama perusahaan.
Limbah plastik didiversifikasi menjadi furnitur bermerek Runtik Furniture, menyerap jenis plastik yang tidak layak masuk ke jalur RDF karena karakteristik pembakarannya.
Ruang kolaborasi publik disediakan sebagai tempat bertemunya kegiatan pertanian dan pengolahan sampah, memungkinkan warga menyaksikan keterkaitan keduanya secara langsung.
Konsep circular hub menekankan bahwa material berpindah dari satu pemanfaatan ke pemanfaatan lain, bukan bergerak lurus dari produksi menuju pembuangan.
Program diintegrasikan ke dalam kurikulum sekolah dan perguruan tinggi, menjadikan praktik di lapangan sebagai bahan ajar yang dapat diuji dan dikembangkan lebih lanjut.
Keterlibatan dunia pendidikan memberi program daya tahan yang berbeda, lantaran pengetahuan yang terlembaga dalam kurikulum akan terus diwariskan meski pengelolanya berganti.
- Perusahaan pelaksana
- PT Solusi Bangun Indonesia Tbk - Cilacap Plant
- Sektor perusahaan
- Semen
- Wilayah
- Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah
- Pilar SDGs
- SDG 12
- Tahun
- 2024