PT Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO) · Jawa Timur

Salt Centre Terintegrasi

Madura dikenal sebagai penghasil garam, namun produksinya bergantung penuh pada matahari dan berhenti begitu langit mendung berhari-hari.
Kabupaten Bangkalan hanya mampu memenuhi sebagian kecil dari target produksinya, jauh di bawah kebutuhan garam nasional yang terus naik.
Desa Banyusangka di Kecamatan Tanjung Bumi menyimpan persoalan tambahan berupa pesisir yang dipenuhi sampah kiriman warga sendiri.
Salt Centre Terintegrasi didirikan PT Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore, perusahaan berbasis operasi di Gresik, untuk membenahi keduanya sekaligus.
Inovasi intinya bernama Siram Berbakat, yang memakai briket buatan warga dari sampah tak bernilai sebagai sumber panas bagi proses kristalisasi.
Sampah yang disetorkan kelompok ditukar dengan briket, pertukaran yang membuat membersihkan lingkungan menjadi kegiatan yang menghasilkan.
Pemanasan terkendali mempersingkat proses secara drastis, dari menunggu berhari-hari menjadi sekitar empat sampai lima jam untuk lima puluh kilogram garam.
Butiran yang dihasilkan lebih halus dan warnanya lebih putih, dengan kadar natrium klorida melonjak dari kisaran 56 persen menjadi di atas 94 persen.
Teknologi ulir filter dipasang berdampingan untuk mempercepat penguapan, memangkas siklus dari tiga sampai empat minggu menjadi kira-kira separuhnya.
Badan usaha milik desa dilibatkan menata distribusi, langkah yang memutus permainan harga tengkulak sekaligus menjaga stabilitas pendapatan petambak.

Perusahaan pelaksana
PT Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO)
Sektor perusahaan
Migas
Wilayah
Kabupaten Gresik, Jawa Timur
Pilar SDGs
SDG 8
Tahun
2022

Kembali ke Ciptass Media & Data CSR