Perempuan di sekitar unit pembangkitan Lontar, Kabupaten Tangerang, memiliki waktu dan keterampilan tangan namun tidak memiliki saluran untuk mengubahnya menjadi penghasilan.
PT Indonesia Power Unit Jasa Pembangkitan Lontar membentuk Sanggar Batik Kembang Mayang sebagai tempat mereka belajar membatik sekaligus menjalankan usaha bersama.
Membatik unggul karena dapat dikerjakan di rumah, tidak menuntut modal besar, dan menghasilkan produk yang harganya jauh di atas kain biasa.
Peserta berlatih menguasai tahapan mencanting, mewarnai, hingga melorod lilin, keterampilan yang menuntut ketekunan dan hanya matang melalui latihan berulang.
Pengembangan motif khas daerah menjadi bagian yang paling berpengaruh nilai jual, karena batik tanpa identitas akan bersaing hanya pada harga.
Motif yang dikembangkan mengangkat kekayaan alam dan budaya sekitar, memberi produk cerita yang dapat disampaikan kepada pembeli.
Pelatihan pewarnaan diberikan dengan perhatian pada penanganan limbah cair, mengingat sentra batik kerap meninggalkan pencemaran pada saluran air permukiman.
Pengelolaan usaha mencakup perhitungan biaya, penetapan harga, dan pencatatan pesanan agar sanggar berjalan sebagai unit usaha yang sehat.
Pendampingan pemasaran membuka akses ke pameran dan pembeli di luar daerah, saluran yang tidak mungkin dijangkau perajin secara sendiri-sendiri.
Kelompok perajin yang terbentuk memberi perempuan penghasilan mandiri sekaligus ruang berkarya yang sebelumnya tidak tersedia di lingkungan mereka.
- Perusahaan pelaksana
- PT Indonesia Power Unit Jasa Pembangkitan Lontar
- Sektor perusahaan
- Energi Pembangkitan
- Wilayah
- Kabupaten Tangerang, Banten
- Pilar SDGs
- SDG 8
- Tahun
- 2022