Hutan mangrove Taman Hutan Raya Ngurah Rai membentang di pesisir selatan Denpasar dan menjadi benteng alami kota tersebut terhadap gelombang.
Kawasan itu menghadapi tekanan sampah yang terbawa arus serta menurunnya hasil tangkapan nelayan, dua persoalan yang saling memperberat.
Pandemi memperparah keadaan dengan memangkas pendapatan warga yang sebagian menggantungkan hidup pada kunjungan wisata di sekitar kawasan.
Melalui Segara Guna Batu Lumbang, PT Indonesia Power Unit Pembangkitan Bali Unit Pesanggaran mendampingi Kelompok Usaha Bersama nelayan di Desa Pemogan, Denpasar Selatan.
Kegiatan diawali dengan penanaman dan perawatan mangrove serta pembersihan kawasan secara rutin, pekerjaan berulang yang menentukan kelangsungan hidup tanaman muda.
Warga membangun ekowisata mangrove di kawasan yang telah pulih, dan peresmiannya pada 2022 berlangsung dengan penanaman ribuan bibit sebagai penanda dimulainya pengelolaan oleh mereka sendiri.
Istri nelayan diberdayakan mengolah bagian mangrove yang dapat dipanen tanpa merusak tanaman, meliputi buah, bunga, dan daun, menjadi produk pangan bernilai jual.
Kerajinan dan paket wisata edukasi tumbuh menjadi lini tambahan, memperluas sumber pendapatan di luar hasil tangkapan yang bergantung pada cuaca.
Pemulihan vegetasi membawa kembali kepiting bakau yang sempat menghilang, dan bertambahnya populasi biota itu langsung terbaca pada hasil tangkapan nelayan.
Kawasan yang semula rusak berkembang menjadi tujuan ekowisata mandiri di Kota Denpasar, dikelola warga yang memperoleh manfaat langsung dari kelestariannya.
- Perusahaan pelaksana
- PT Indonesia Power Unit Pembangkitan Bali, Unit Pesanggaran
- Sektor perusahaan
- Energi Pembangkitan
- Wilayah
- Kota Denpasar, Bali
- Pilar SDGs
- SDG 15
- Tahun
- 2022