Kebun sawit di Ogan Ilir meninggalkan pelepah daun dalam jumlah besar, dan tumpukan kering tersebut menjadi pemicu kebakaran lahan setiap musim kemarau.
SEKANCAN OGAN yang dijalankan PT PLN Indonesia Power PLTGU Indralaya memanfaatkan pelepah tersebut sebagai media baglog budidaya jamur tiram.
Pemanfaatan itu bekerja sebagai mitigasi kebakaran yang paling masuk akal, karena bahan bakar potensial di lapangan diambil dan diubah menjadi barang bernilai.
Komoditas jamur tiram dipilih karena tumbuh baik pada media berserat, berumur panen pendek, dan dapat dibudidayakan dalam ruang terbatas di sekitar rumah warga.
Inovasi bernama PYROBAG DUOCOOLER dikembangkan untuk mengolah limbah baglog yang telah habis masa produksinya, tahap yang biasanya berakhir sebagai tumpukan sampah baru.
Perangkat tersebut menghasilkan bio oil yang berfungsi sebagai pestisida nabati, menyediakan pengendali hama tanpa bahan kimia sintetis bagi kebun warga.
Keluaran lain dari proses yang sama dimanfaatkan untuk pembuatan lele asap, memberi produk pangan bernilai jual dari perangkat yang semula dirancang menangani limbah.
Satu perangkat yang mampu menghasilkan dua produk berbeda memperkuat kelayakan usaha kelompok. Pendapatan mereka tidak lagi bertumpu pada satu pasar saja.
Produktivitas dan keragaman produk jamur tiram terus ditingkatkan, mulai dari jamur segar hingga olahan siap konsumsi yang daya simpannya lebih panjang.
Hasil budidaya dimanfaatkan untuk mendukung Pemberian Makanan Tambahan di posyandu, menjadikan penanganan limbah perkebunan bermuara pada penurunan angka stunting di desa tersebut.
- Perusahaan pelaksana
- PT PLN Indonesia Power PLTGU Indralaya
- Sektor perusahaan
- Energi Pembangkitan
- Wilayah
- Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan
- Pilar SDGs
- SDG 12
- Tahun
- 2024