Pantai Sejarah di Kabupaten Batubara menyimpan kawasan mangrove yang menjadi persinggahan burung air migrasi, sebuah nilai ekologis yang belum banyak disadari warga sekitarnya.
Sekolah Alam KILAS SEJARAH, kependekan dari Kelas Inspirasi Alam Lingkungan dan Sosial di Pantai Sejarah, dijalankan PT Indonesia Asahan Aluminium Persero di kawasan tersebut.
Edu-ekowisata mangrove dikembangkan sebagai kawasan konservasi yang sekaligus berfungsi sebagai ruang belajar terbuka bagi pengunjung dari berbagai kalangan.
Lahan tidur yang tidak tergarap dimanfaatkan untuk budidaya ikan dalam ember, metode sederhana yang menggabungkan pemeliharaan ikan dan tanaman sayur dalam satu wadah.
Teknik ini sangat sesuai bagi rumah tangga dengan pekarangan sempit, karena menghasilkan protein dan sayuran sekaligus tanpa memerlukan kolam maupun lahan tambahan.
Perikanan bioflok bertenaga surya dikembangkan pada skala yang lebih besar, memungkinkan kepadatan tebar tinggi dengan pemakaian air yang jauh lebih hemat.
Penyaring aliran sampah dari daratan disediakan melalui bank sampah, menahan material yang akan berakhir di kawasan mangrove dan perairan pesisir.
Konservasi burung air migrasi dijalankan dengan menjaga kawasan singgah tetap aman. Alasannya, jenis burung tersebut menempuh perjalanan ribuan kilometer dan sangat bergantung pada ketersediaan tempat istirahat.
Sekolah alam berfungsi sebagai pusat pembelajaran, penelitian, dan tujuan studi banding, menjadikan kawasan ini rujukan bagi daerah lain yang menghadapi persoalan serupa.
Kelompok batik dilibatkan sebagai penopang ekonomi kreatif, menerjemahkan kekayaan hayati kawasan menjadi motif yang membawa cerita Pantai Sejarah keluar dari wilayahnya.
- Perusahaan pelaksana
- PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero)
- Sektor perusahaan
- Pertambangan & Mineral
- Wilayah
- Kabupaten Batubara, Sumatera Utara
- Pilar SDGs
- SDG 15
- Tahun
- 2024