Kekerasan terhadap perempuan dan anak kerap tidak terlaporkan karena korban tidak mengetahui ke mana harus mengadu atau merasa tidak akan dipercaya.
Shelter PUAN MAKARI yang dijalankan PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Makassar menghadirkan ruang pengaduan di tingkat basis, sedekat mungkin dengan tempat tinggal warga.
Kedekatan lokasi menjadi faktor yang menentukan. Alasannya, korban umumnya tidak memiliki biaya maupun keleluasaan untuk menempuh perjalanan jauh menuju lembaga resmi.
Layanan konseling disediakan sebagai pendampingan awal, membantu korban memahami pilihan yang tersedia sebelum mengambil keputusan mengenai langkah selanjutnya.
Pengenalan hak dasar perempuan dan anak dijalankan sebagai kegiatan edukasi, karena banyak bentuk kekerasan tidak dikenali sebagai pelanggaran oleh korban maupun lingkungannya.
Jaminan lingkungan bebas kekerasan diupayakan melalui pelibatan warga sekitar, menjadikan pencegahan sebagai tanggung jawab bersama dan bukan urusan korban semata.
Pemberdayaan ekonomi keluarga dijalankan melalui pengembangan UMKM, menjawab kenyataan bahwa ketergantungan ekonomi merupakan alasan utama korban bertahan dalam situasi berbahaya.
Sampah dapur diolah menjadi pupuk sebagai kegiatan yang mudah dimulai tanpa modal besar, memberi hasil yang dapat dirasakan dalam waktu singkat.
Budidaya maggot dikembangkan sebagai lini bernilai jual lebih tinggi, menghasilkan pakan ternak yang permintaannya stabil dari pembudidaya ikan dan unggas di sekitar.
Penggabungan perlindungan hukum, pemulihan psikologis, dan kemandirian ekonomi menjadikan shelter ini bukan sekadar tempat berlindung sementara, melainkan titik awal bagi korban membangun kehidupan yang berdiri di atas kakinya sendiri.
- Perusahaan pelaksana
- PT Pertamina Patra Niaga - Integrated Terminal Makassar
- Sektor perusahaan
- Migas
- Wilayah
- Kota Makassar, Sulawesi Selatan
- Pilar SDGs
- SDG 5
- Tahun
- 2024