Kota Semarang menghadapi keterbatasan lahan pertanian di tengah pertumbuhan permukiman, sementara kebutuhan pangan warganya terus bertambah setiap tahun.
SIMPANG LIMA merupakan program PT PLN Indonesia Power UP Semarang yang mengusung kemandirian pangan yang dijalankan dengan melibatkan masyarakat sebagai pelaku.
Pelibatan warga menjadi penekanan utama, karena kemandirian pangan tidak dapat dicapai melalui bantuan yang diterima secara pasif.
Lahan yang tersedia dimanfaatkan secara intensif melalui teknik yang menghasilkan lebih banyak dari satuan luas yang sama.
Komoditas pangan dipilih berdasarkan kecepatan panen dan kepastian pasar, agar warga memperoleh hasil dalam waktu yang tidak terlalu lama.
Pendampingan diberikan mulai dari penyiapan media, penanaman, hingga penanganan hama, tahapan yang memastikan keberhasilan panen pertama.
Panen pertama memiliki arti khusus karena keberhasilannya menentukan apakah warga bersedia melanjutkan atau berhenti di tengah jalan.
Kelembagaan kelompok dikuatkan melalui pembagian peran dan pencatatan hasil, menjadikan kegiatan berjalan sebagai usaha bersama yang terkelola.
Hasil panen memenuhi sebagian kebutuhan pangan keluarga dan sisanya dijual, memberi penghematan sekaligus pemasukan bagi rumah tangga.
Ketahanan pangan tingkat kelurahan yang terbangun ini mengurangi kerentanan warga terhadap gejolak harga bahan pangan di pasar kota.
- Perusahaan pelaksana
- PT PLN Indonesia Power UP Semarang
- Sektor perusahaan
- Energi Pembangkitan
- Wilayah
- Kota Semarang, Jawa Tengah
- Pilar SDGs
- SDG 2
- Tahun
- 2023