Kegiatan pemrosesan gas di Banggai menghasilkan biosulfur, produk samping berupa belerang yang penanganannya menuntut biaya dan ruang penyimpanan.
SIMPUL EMAS KOKOLOMBI yang dijalankan PT Pertamina EP Field Donggi Matindok memilih menjadikan bahan tersebut sebagai sumber daya ketimbang beban.
Biosulfur dimanfaatkan menjadi eco-paving, bahan bangunan yang dipakai untuk sarana desa sehingga limbah industri berpindah wujud menjadi infrastruktur publik.
Pemanfaatan lain mengarah ke sektor pertanian, lantaran belerang merupakan unsur hara yang dibutuhkan tanaman namun kerap kurang tersedia di tanah yang telah lama digarap.
Green bottle lamp dikembangkan dari botol bekas sebagai penerangan sederhana, menjawab kebutuhan cahaya di permukiman yang belum terjangkau jaringan listrik memadai.
Konservasi hutan dijalankan melalui penanaman pohon yang memulihkan tutupan lahan sekaligus menyediakan sumber pakan bagi lebah yang dibudidayakan warga.
Produksi madu ditingkatkan mutunya melalui mesin pasteurisasi dan vacuum cooling, dua perangkat yang menjaga kandungan alami madu sekaligus memperpanjang daya simpannya.
Penerapan teknologi pengolahan seperti ini mengubah posisi madu dari komoditas curah menjadi produk kemasan yang layak masuk ke rak toko modern.
Tiga community learning center didirikan sebagai pusat edukasi, memastikan pengetahuan yang dialihkan tidak berhenti pada segelintir orang yang mengikuti pelatihan pertama.
Penyebaran ke tiga titik berbeda memperluas jangkauan program sekaligus menjadikan warga sebagai pengajar bagi tetangganya sendiri, cara penyebaran yang paling bertahan lama.
- Perusahaan pelaksana
- PT Pertamina EP Asset 4 - Field Donggi Matindok
- Sektor perusahaan
- Migas
- Wilayah
- Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah
- Pilar SDGs
- SDG 15
- Tahun
- 2024