Waduk di kawasan Sobokerto, Boyolali, tertutup eceng gondok yang tumbuh berlebihan hingga mengganggu perairan dan menurunkan kualitas air yang dimanfaatkan warga.
SOBOKERTO HIJAU BERDIKARI yang dijalankan PT Pertamina Patra Niaga Aviation Fuel Terminal Adi Sumarmo menjadikan gulma tersebut sebagai bahan baku dua produk sekaligus.
Jalur pertama mengolahnya menjadi pakan ikan organik, memanfaatkan kandungan serat dan protein tanaman air yang bertahun-tahun terbuang percuma.
Ketersediaan pakan buatan sendiri memangkas komponen biaya terbesar dalam budidaya ikan, sehingga margin pembudidaya meningkat tanpa perlu menaikkan harga jual.
Jalur kedua mengarahkan eceng gondok menjadi sumber energi berupa biogas yang dikonversi menjadi listrik untuk penerangan jalan umum di desa.
Pemanfaatan untuk fasilitas publik memberi manfaat yang dirasakan seluruh warga, termasuk mereka yang tidak terlibat langsung dalam kegiatan pengolahan.
Pengendalian gulma pun berjalan berkelanjutan, karena pengangkatan eceng gondok kini memiliki nilai ekonomi dan tidak lagi bergantung pada kerja bakti sesekali.
Olahan hasil budidaya dikembangkan sebagai lini hilir, memberi nilai tambah pada hasil budidaya sebelum dipasarkan ke luar desa.
Pelatihan pembuatan pakan organik diberikan agar kemampuan produksi tidak terpusat pada segelintir orang yang pertama kali dilatih.
Pelatihan merawat genset ditambahkan sebagai pelengkap, memastikan perangkat pembangkit tetap berfungsi dan program tidak berhenti ketika muncul kerusakan teknis pertama.
- Perusahaan pelaksana
- PT Pertamina Patra Niaga - Aviation Fuel Terminal Adi Sumarmo
- Sektor perusahaan
- Migas
- Wilayah
- Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah
- Pilar SDGs
- SDG 7
- Tahun
- 2024