Produksi gula di kawasan Karangsari, Kabupaten Cilacap, menghadapi persoalan yang tidak berhenti pada teknik produksi, melainkan menjalar ke tata niaganya.
SUPER GATOTKACA yang dijalankan PT Pertamina Patra Niaga Regional JBT Terminal BBM Maos menyasar keberlanjutan produksi melalui transformasi kemandirian kelompok.
Rantai pasok menjadi titik perhatian utama, karena keuntungan terbesar dalam perdagangan gula rakyat kerap tertahan pada pihak perantara.
Kelompok pendekar yang menjadi mitra program dilatih memperbaiki proses produksi agar mutu gula lebih seragam dan memenuhi standar pembeli.
Keseragaman mutu memiliki nilai dagang tersendiri, karena pembeli dalam jumlah besar menuntut produk dengan karakter yang dapat diandalkan setiap pengiriman.
Penataan rantai pasok dijalankan dengan menghubungkan kelompok langsung ke pembeli akhir, memangkas mata rantai yang selama bertahun-tahun menekan harga di tingkat produsen.
Penguatan kelembagaan diberikan agar kelompok mampu menghimpun hasil anggota dan menjual bersama dalam volume yang menarik bagi pembeli besar.
Pencatatan produksi dan keuangan diperkenalkan sebagai dasar pengambilan keputusan, menggantikan kebiasaan mengelola usaha berdasarkan ingatan.
Pendapatan petani gula meningkat seiring membaiknya mutu dan posisi tawar, tanpa harus menambah luas lahan maupun jam kerja.
Kemandirian yang terbangun menjadikan kelompok mampu melanjutkan usaha ketika pendampingan berakhir, dengan sistem yang sudah tertanam dalam kebiasaan kerja mereka.
- Perusahaan pelaksana
- PT Pertamina Patra Niaga - Regional JBT Terminal BBM Maos
- Sektor perusahaan
- Migas
- Wilayah
- Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah
- Pilar SDGs
- SDG 8
- Tahun
- 2023