PT PLN Indonesia Power PLTU Banten 3 Lontar · Jawa Barat

Sustainable Farming di Tim Kreatif Desa Lontar

Desa Lontar di Kabupaten Tangerang berada di kawasan pesisir dengan air tanah payau, kondisi yang membuat sebagian besar tanaman sayur dan buah sulit tumbuh dengan hasil memadai.
Program Sustainable Farming yang dijalankan PT PLN Indonesia Power PLTU Banten 3 Lontar bersama Tim Kreatif Desa Lontar menjawab keterbatasan tersebut melalui rekayasa lingkungan tumbuh.
Greenhouse dibangun untuk menciptakan iklim mikro yang ideal, mengendalikan suhu, kelembapan, dan serangan hama yang sulit diatasi pada penanaman terbuka di pesisir.
Teknologi hydrofresh diterapkan untuk mengubah air payau menjadi air tawar, menghilangkan hambatan paling mendasar bagi pertanian di kawasan dekat laut.
Ketersediaan air tawar hasil pengolahan tersebut membuka kemungkinan menanam komoditas bernilai tinggi yang sebelumnya mustahil dibudidayakan di desa itu.
Labu madu dan melon dipilih sebagai komoditas utama karena harganya baik dan permintaannya stabil di pasar perkotaan sekitar.
Metode fusi bibit diterapkan pada budidaya melon, teknik penyambungan yang menghasilkan tanaman lebih tahan penyakit tanah dengan mutu buah yang tetap terjaga.
Pengolahan FABA dijalankan oleh BUMDes sebagai unit usaha desa, menempatkan lembaga tersebut sebagai pengelola yang memperoleh pemasukan tetap.
Kelompok perempuan tani desa menangani kegiatan budidaya sehari-hari, sementara eduwisata mangrove dikembangkan sebagai lini yang menghubungkan pertanian dengan pelestarian pesisir.
Pemberdayaan kelompok batik menutup daftar kegiatan, menyediakan lini kreatif yang memberi penghasilan bagi warga yang tidak terlibat langsung dalam kegiatan pertanian maupun pengolahan limbah.

Perusahaan pelaksana
PT PLN Indonesia Power PLTU Banten 3 Lontar
Sektor perusahaan
Energi Pembangkitan
Wilayah
Kabupaten Tangerang, Jawa Barat
Pilar SDGs
SDG 2
Tahun
2024

Kembali ke Ciptass Media & Data CSR