Kabupaten Tabalong di Kalimantan Selatan menyimpan pertanyaan yang menghantui banyak wilayah tambang, yaitu apa yang akan menopang ekonomi warga setelah kegiatan berakhir.
Taman Wisata Menanti Laburan yang dikembangkan PT Adaro Indonesia menjadi salah satu jawaban melalui pembangunan kawasan desa wisata terpadu.
Kawasan ditata dengan menanam vegetasi yang memberi kontribusi pada serapan karbon, menjadikan tempat wisata sekaligus penyangga lingkungan.
Pemilihan tersebut memiliki alasan praktis di samping alasan ekologis, karena daya tarik utama wisata alam terletak pada kerimbunan yang hanya dihasilkan tutupan vegetasi terpelihara.
Pengelolaan sampah disiapkan sebagai layanan dasar, mengingat destinasi yang kotor akan kehilangan pengunjung lebih cepat daripada ia membangun reputasinya.
Penyediaan air bersih dikerjakan bersamaan, memenuhi kebutuhan pengunjung sekaligus rumah tangga di sekitar kawasan yang sebelumnya kesulitan memperolehnya.
Warga setempat diserap sebagai tenaga pengelola dan pelaku usaha mikro, membuka lapangan kerja di luar sektor pertambangan.
Ragam usaha yang tumbuh mencakup penyediaan makanan, jasa pemandu, penyewaan sarana, dan penjualan produk khas daerah.
Kelompok rentan memperoleh porsi tersendiri dalam pelibatan, memastikan manfaat kawasan tidak hanya dinikmati warga yang lebih dulu memiliki modal.
Penguatan sumber daya manusia menjadi bekal utama agar pengelolaan tetap berjalan ketika pendampingan perusahaan berangsur dikurangi.
- Perusahaan pelaksana
- PT Adaro Indonesia
- Sektor perusahaan
- Pertambangan & Mineral
- Wilayah
- Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan
- Pilar SDGs
- SDG 8
- Tahun
- 2023