Desa Tawangargo di kawasan dataran tinggi Malang merupakan sentra hortikultura yang produktivitasnya kian terguncang oleh cuaca yang makin sulit diprediksi.
Perubahan iklim bagi petani sayur bukan konsep abstrak, melainkan hujan yang datang di luar musim, kemarau yang memanjang, dan serangan hama yang polanya berubah dari tahun ke tahun.
TAMENG, singkatan dari Tawangargo Smart-Eco Farming Village, disusun PT Petrokimia Gresik dengan kerangka Climate Smart Agriculture atau pertanian cerdas iklim untuk menghadapi keadaan tersebut.
Sumber daya mandiri berupa panel surya dipasang untuk menggerakkan perangkat pertanian tanpa menambah biaya listrik maupun emisi, sekaligus menjamin kegiatan tetap berjalan di lokasi yang jauh dari jaringan.
Teknologi Internet of Things diterapkan melalui Smart Precision Farming, memungkinkan pemantauan kelembapan tanah dan kebutuhan air secara terukur sehingga pemberian input tidak lagi bertumpu pada perkiraan.
Ketepatan semacam ini memangkas pemborosan air dan pupuk yang sejauh ini menjadi beban biaya terbesar petani, sekaligus menekan residu yang mencemari tanah dan saluran air di sekitar lahan.
Sisa dapur dan limbah rumah tangga warga diproses menjadi pupuk organik cair sekaligus agensia hayati, yaitu mikroorganisme yang berfungsi mengendalikan penyakit tanaman secara alami tanpa pestisida kimia.
Pengolahan agensia hayati menjadi kelebihan tersendiri karena sejalan dengan kompetensi perusahaan di bidang agroindustri, sehingga pendampingan teknisnya tersedia langsung dari sumber yang menguasai bidangnya.
Di sisi hilir, program mendiversifikasi produk mie berbahan sayur sebagai jalan keluar atas anjloknya harga saat panen raya, mengubah kelebihan pasokan menjadi produk olahan yang tahan simpan.
Warga dari kelompok rentan disertakan sejak awal dalam rantai kegiatan tersebut, memastikan manfaat desa pertanian cerdas iklim ini tidak hanya dinikmati petani bermodal besar yang lebih dulu mapan.
- Perusahaan pelaksana
- PT Petrokimia Gresik
- Sektor perusahaan
- Petrokimia & Industri Kimia
- Wilayah
- Kabupaten Gresik, Jawa Timur
- Pilar SDGs
- SDG 2
- Tahun
- 2024