Membayar biaya sekolah dengan sampah terdengar mustahil, namun gagasan itulah yang dijalankan di lingkungan Pendidikan Anak Usia Dini di Kota Ambon.
Wastewise Initiative DARLING PAPARISA yang dijalankan PT Pertamina Patra Niaga Aviation Fuel Terminal Pattimura menerapkan skema tersebut selama lima tahun berjalan.
Orang tua menyetorkan sampah bernilai sebagai pengganti uang sekolah, membuka akses pendidikan bagi keluarga yang kesulitan menyediakan uang tunai secara rutin.
Skema ini bekerja pada dua sisi sekaligus, yaitu meringankan beban keluarga dan menciptakan aliran sampah terpilah yang stabil dari rumah tangga.
Ecobrick diproduksi dari sampah plastik yang dipadatkan ke dalam botol, menghasilkan bahan bangunan sederhana untuk sarana sekolah dan lingkungan sekitar.
Alat pencacah bertenaga sepeda dikembangkan sebagai perangkat yang tidak memerlukan listrik, memungkinkan pengolahan berjalan di lokasi mana pun tanpa biaya energi.
Rancangan bertenaga kayuh tersebut sekaligus menjadi sarana edukasi, karena anak-anak dapat ikut mengoperasikannya dan memahami proses daur ulang secara langsung.
Ecoproduk dari sampah organik dikembangkan sebagai lini tambahan, memanfaatkan sisa dapur yang jumlahnya malah lebih besar dibanding sampah anorganik.
Pertanian sayur hidroponik dijalankan di lingkungan sekolah, menyediakan bahan pangan segar sekaligus ruang belajar tentang menumbuhkan makanan sendiri.
Penanaman kesadaran lingkungan pada peserta didik usia dini merupakan inti dari seluruh kegiatan. Kebiasaan memilah yang terbentuk pada usia tersebut cenderung bertahan hingga dewasa.
- Perusahaan pelaksana
- PT Pertamina Patra Niaga - Aviation Fuel Terminal Pattimura
- Sektor perusahaan
- Migas
- Wilayah
- Kota Ambon, Maluku
- Pilar SDGs
- SDG 12
- Tahun
- 2024